Walikota Makassar Ingin Angkat Film I Lagaligo

oleh -344 views

images(47)-1-1Makassar– Sabtu, 27 September, rentetan tamu tetap mengantri untuk audiens dengan wali kota Makassar, Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto. Hari yang semestinya menjadi ruang bersantai dan merencanakan week end bersama keluarga bagi kebanyakan orang, tidak berlaku bagi Danny.

Dengan sabar dan penuh ramah tamah, wali kota berjargon dua kali tambah baik ini tetap melayani tamu-tamu kantor silih berganti. Mulai dari pejabat teras, investor, tokoh agama hingga mahasiswa dilayaninya sesuai dengan urutan yang telah dijadwalkan dari Protokol Pemkot Makassar.

Kira-kira pukul 16.00 Wita, giliran puluhan mahasiswa yang tergabung dalam tim produksi pementasan I Lagaligo ditemuinya.

“Kenapaki, apa yang bisa saya bantuki?”, tanya Danny mendahului percakapan.

Salah satu Mahasiswi berjilbab berseragam almamater merah ini mulai menyampaikan maksud kedatangannya, mulai dari nama kegiatan, sasaran, target, dan rencana pementasan dijelaskannya runtut. Rupanya, mereka merencanakan sebuah pementasan I Lagaligo, sastra terpanjang dunia asal Bugis Makassar yang disebut-sebut melebihi epos Mahabarata. Pementasan panggung seni pertunjukan operet yang akan diperankan sepenuhnya oleh mahasiswa.

Mendengar hal itu Danny menyampaikan bahwa dirinya pun memiliki angan-angan mengangkat epos I Laagaligo ini dalam sebuah film. Cita-citanya ini bahkan telah ia sampaikan ke salah satu sutradara nasional kondang asal Sulsel, Riri Reza.

“Saya sudah sampaikan ke Riri Reza agar sejarah lokal kita itu bisa difilmkan, agar jadi pembelajaran bagi generasi kita”, ucapnya.

Dalam angan-angan Danny, ia berharap tercipta sebuah mahakarya yang diangkat dari kekayaan lokal dan menjadi ikon yang mendunia. Tokoh-tokoh perjuangan Sulsel lintas zaman pun sebisa mungkin mendapat scen (bagian) dalam film itu. Disamping lebih memperkenalkan budaya dan perdaban masa kejayaan Makassar di dunia internasional, ia berharap hal tersebut juga bisa melekatkan nilai-nila kearifan lokal bagi generasi muda Makassar.

Perlahan-lahan, ide demi ide pun mengucur deras dari mulut mantan konsultan tata ruang nasional ini. Sekilas ia bagai dosen yang tengah memberi kuliah umum di depan mahasiswa. Tak banyak komentar dari mereka. Hanya mengangguk dan sesekali menjawab jika Danny bertanya atau sekedar pertanyaan-pertanyaan meminta saran untuk kepentingan kegiatan mereka.

Begitulah Danny di hari Sabtu. Tetap aktif memikirkan warga Makassar di tengah sebagian besar warganya sendiri menikmati week end bersama keluarga. Baginya, kebahagian warga Makassar adalah pengabdian tak tergantikan dengan apa pun.
I Lagaligo bukanlah sekedar epos masa lalu yang akan tergerus oleh zaman. Namun. Lebih daripada itu, dirinya ingin menjadikan I Lagaligo hidup kembali dalam jiwa masyarakat. Semangat perjuangannya tertanam dalam hati setiap orang sehingga semua bangga akan I lagaligo, mencintai budaya dan kearifan lokal di dalamnya, dan akan menjadi ikon yang tersohor seantero dunia.(RG)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.