Walikota Makassar: Kalau PK5 Berjualan di Losari Jika Tidak Bersih Akan di Larang

oleh -456 views

IMG_20140824_224808-1Makassar– Walikota Makassar, Danny Pomanto, memberi peringatan tegas kepada pedagang kaki lima (PK5) yang berjualan di sepanjang Losari.

Pasalnya, setelah dua bulan program Makassarta’ Tidak Rantasa (MTR) di launching, PK5 losari tampak belum sadar dan mengikuti program kebersihan tersebut, terlihat sampah masih saja berserakan.

Saat melakukan kerja bakti di Losari, bersama Makassar Voluntary Hotel (MVH), Walikota Danny, kemudian mendatangi satu persatu PK5. Dengan tegas,pihaknya menegur setiap pedagang yang lokasi jualannya berserakan sampah.

“Pemerintah sudah programkan program LiSa (Lihat Sampah Ambil), makanya janganki biarkan kotor ini losari karena sampah hasil jualanta, begitu lihat sampah langsung masukkan kedalam kantong plastik,”katanya kepada PK5 Losari, Minggu pagi, (24/8)

Sepanjang Dua Kilometer, mulai dari Makassar Golden Hotel (MGH), hingga Rumah jabatan Walikota. Danny, menegur hampir semua pedagang maupun pengunjung Losari yang membiarkan ada sampah berserakan disekitarnya.

Danny, mengatakan, Jika dalam seminggu, pedagang belum mampu menujukkan kepedulian dalam menjaga kebersihan, maka Danny akan membuat keputusan, dengan melarang PK5 berjualan di Losari.

“Kalau sampai minggu depan masih belum peduliki untuk menjaga kebersihan dan membiarkan sampah berserakan di lokasi daganganta, maka saya tidak akan perbolehkan lagi ada PK5 yang berjualan di Losarin,”tegas Danny

Hal tersebut terpakasa dilakukan Danny, untuk memberikan efek jera kepada pedagang yang tidak peduli kebersihan.

Menurut Danny, apa yang dilakukannya semata untuk kebaikan pedagang itu sendiri. Kalau sadar dalam menjaga kebersihan, tentunya akan menjadi daya tarik masyarakat untuk membeli dagangannya.

Lebih lanjut Danny mengatakan, salah satu indikator daya tarik wisata adalah kebersihan.

“Jika bersih akan memberikan kenyamanan, maka orang akan tertarik datang ke Makassar.,” cetus Danny.

Iapun juga meminta kepada warga Makassar untuk menyambut pertumbuhan besar ini dengan ikut menjadi bagian dalam membersihkan Makassar.

” Jika kota kita semakin bersih, maka rasa nyaman akan hadir, maka orang datang, sombere’ itu akumulasi dari nyaman,” jelasnya.

Majalah SWA adalah majalah ekonomi terkemuka di Indonesia dan rutin setiap tahun melakukan survey di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia terkait perkembangan ekonomi dan bisnis di masing – masing kota

Tidak hanya menegur, Danny, juga memberikan apresiasi, setiap kali mendapati PK5 yang menjaga kebersihan dagangannya dan wilayah jualannya.

“Terima kasih atas kepedulianta dalam menjaga kebersihan, pertahankanki terus,”cetus Danny, kepada salah satu pedagang pisang epe

Selain itu juga pihaknya berencana akan memberikan tugas khusus kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pengunjung losari terkait MTR.

“Saya akan bicarakan ini ke pimpinan Pol PP. Setiap beberapa meter harus ada Polisi pamong praja yang berjaga, jadi tidak boleh ada yang berkumpul di satu titik. Tugasnya mengawasi dan melakukan pembinaan dalam menjaga kebersihan,”tukasnya

Sementara itu, koordinator MVH, Joko budi Jaya, mengatakan, kerja bakti yang dilakukannya merupakan inisiatif dari 12 hotel besar yang ada di Kota Makassar. MVH menyadari, program MTR yang diusung Pemkot Makassar, sangat berdampak positif bagi pembangunan pariwisata di Makassar.

Jika Makassar menjadi kota yang bersih, maka akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, yang tentunya memberi keuntungan pihak perhotelan.
“Kita akan untung, karena banyak yang akan menggunakan hotel,”kata Joko Budi (sak)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.