Wapres: Pemerintah Taat Asas Tak Mau Kapolri Status Tersangka

oleh -119 views

images(30)Indotimnews.com– Sidang Paripurna DPR menyetujui pencalonan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Sutarman. Namun, beberapa hari sebelumnya, KPK menetapkan Budi sebagai tersangka.

Presiden Joko Widodo pada akhirnya mengambil jalan tengah. Dia memilih tidak melantik dan juga tidak membatalkan pencalonan Budi. Mantan wali kota Solo itu memutuskan untuk menunda.

Namun, setelah dua pekan berjalan, nasib pencalonan Budi terus mengambang. Lalu, apa alasan Jokowi tak juga melantik kepala Lembaga Pendidikan Polri itu sebagai Kapolri?

“Pemerintah tidak ingin calon kapolri itu menjadi kapolri, tapi statusnya tersangka. Itu pasti. Pemerintah taat asas,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta, Jumat 30 Januari 2015.

Meskipun demikian, JK memastikan belum ada nama calon kapolri baru. Pemerintah hingga saat ini masih menunggu kejelasan dari proses hukum yang bersangkutan.

“Sejauh ini saya kira belum karena menunggu pra peradilan,” ucap JK.
Wajar
Sementara itu, terkait sikap Komjen Budi Gunawan yang tak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK hari ini, JK menilai langkah tersebut bukan sebuah pelanggaran. “Wajar saja karena dalam proses pengadilan (pra peradilan),” kata JK.

Markar Besar Polri memang mengajukan permohonan pra peradilan kepada KPK atas penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait jabatan kepala Biro Pembinaan Karier Deputi SDM. Mereka menilai penetapan tersangka tersebut tidak memenuhi prosedur hukum yang benar.

Pada hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Budi. Namun, calon tunggal kapolri itu memilih tidak memenuhinya.

Alasan ketidakhadiran disampaikan oleh kuasa hukum Budi, Razman Arif Nasution. Pertama, belum pernah menerima surat penetapan sebagai tersangka dari KPK.

Kedua, tidak pernah menerima surat panggilan dari KPK. Surat hanya dikirim ke Mabes Polri, Lemdikpol, dan kediaman Budi, namun belum sampai ke Budi secara langsung. Ketiga, masih menunggu proses pra peradilan yang telah diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (viva.co.id

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.