Warga Bobo Sesali Kinerja Pemkot Tidore, Kontraktor Diminta Bertanggungjawab

oleh -266 views

Indotimnews– Akibat tidak selesainya proses pekerjaan pembangunan jalan di RT 01 Lingkungan Ake Saragi Kelurahan Bobo Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore kepulauan, membuat masyarakat yang tinggal di lingkungan setempat menyesali sikap pemerintah daerah kota tikep.

Pasalnya pembangunan jalan yang dibangun dengan ruas jalan sebesar 4 meter dengan panjang 400 meter itu hingga saat ini kesannya dikerjakan secara asal-asalan.

Bahkan dalam proses pekerjaan tersebut pemerintah daerah kota tikep tidak pernah melakukan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat terkait dengan pembangunan jalan tersebut, sehingga main menggusur lahan warga dengan sesuka hati.

“Kinerja pemkot ini samahalnya dengan mereka mencuri lahan kami, karena pembangunan ini mereka tidak melakukan pertemuan dengan kami, jadi kalau mereka mau melanjutkan pembangunan jalan ini, maka kami akan palang untuk meminta kejelasan terkait dengan penggusuran lahan yang telah mereka lakukan, apalagi tanah kami sudah memiliki sertifikat,” ungkap Amir warga masyarakat setempat saat berbincang dengan Indotimnews.com di lokasi pembangunan jalan tersebut dengan nada kesal.

Senada ditambahkan Ais warga kelurahan bobo lainnya, ia menilai pembangunan jalan yang dibangun oleh pemerintah kota tikep yang berada di sekitaran bibir pantai RT 01 Lingkungan Ake Saragi Kelurahan Bobo itu sesungguhnya sangat tidak layak, sebab jalan yang baru saja dilakukan penggusuran sudah mulai mengalami longsor dan kerusakan yang sulit untuk dilakukan perbaikan.

“Mereka bangun jalan ini asal-asalan, dimana jalan yang seharusnya dibuat dengan lebar 4 meter tetapi di depan rumah saya ini dibuat 3 meter, selain itu juga jalan yang mereka lakukan ini sangat tidak layak sebab terlalu dekat dengan jurang tanpa ada tembok penahan tanah. Sehingga kalau hujan maka tanah yang digusur ini akan mengalami longsor dan kerusakan,” ujarnya.

Olehnya itu mereka berharap dalam proses pekerjaan lanjutan tersebut pemerintah dapat meninjau lokasi kerja serta pihak kontraktor yang menangani proses pekerjaan tersebut diharapkan agar dapat bekerja dengan baik tanpa harus merugikan dan meresahkan warga setempat.

Sekedar diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, pembangunan jalan kelurahan bobo itu dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2016 senilai Rp. 96.380.000 dengan nomor kontrak : 620/PPK/SPK-FK.P-8/09/2016, tertanggal 1 November 2016 – 25 Desember 2016 oleh CV. Cendrawasih Group. Yang disinyalir milik salah satu angota DPRD Kota Tidore Kepulauan asal daerah pemilihan II yang berinisial JM.

Laporan : Ute

loading...
loading...