Warga Keerom Papua Keluhkan Harga Sembako Dan Angkutan Yang Belum Diturunkan

oleh -217 views

images(449)Indotimnews.com– Diturunkannya harga premium dan solar oleh pemerintah, nampaknya tidak diikuti oleh pemilik angkutan umum dan pedagang dipasaran, sehingga tariff masih tetap untuk dipertahankan oleh para supir dan harga sembako oleh pedagang pasar.

Hal ini mulai membuat masyarakat khususnya di Kabupaten Keerom mulai resah dengan keadaan seperti ini.

Tokoh Adat Keerom Hubertus Kwambre, SH mengatakan bahwa, pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Koppreindak Kabupaten Keerom harus turun ke pasar –pasar dan kios untuk menertibkan harga barang, sebab sembako ini menjadi bahan utama untuk masyarakat, akan tetapi setelah BBM dinaikan beberapa waktu lalu harga barang ikut naik, tapi sekarang ketika BBM diturunkan harga sembako tetap d pertahankan dan tidak mau untuk diturunkan.

“Jadi kami minta kepada Pemerintah daerah untuk segera menertibkan harga sembako di pasaran, masyarakat sangat terasa berat jika harga sembako seperti itu, ada juga bahan –bahan yang tidak menggunakan BBM ikut –ikutan dinaikan,”ungkapnya kepada wartawan saat ditemui dikantor Bupati Keerom selasa (20/1).

Menurutnya, harga yang tinggi tidak hanya pada sembako, ini juga berlaku untuk tariff angkutan umum dan ojek yang ada di Kabupaten Keerom,di Keerom memang belum ramai dengan angkutan umum, sehingga ojek jadi alternative masyarakat, akan tetapi harga ojek ini juga perlu untuk diperhatikan oleh pemerintah pasalnya harga yang ditafsirkan itu semau-maunya supir ojek tersebut, sehingga ini tidak sinkron dengan harga BBM yang telah diturunkan oleh pemerintah.

“Jadi akutan umum yang ada di Keerom juga masih belum menurunkan harga tarifnya, dan khusus untuk ojek juga demikian sehingga hal ini perlu ditertibkan oleh pemerintah Kabupaten Keerom,”ujarnya.

Sementara itu Ketua Organda Kabupaten Keerom Iwan Siswanto, SH, MSi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos mengatakan bahwa, rencana penyesuaian tariff angkutan umum di Kabupaten Keerom masih menunggu penetapan tariff dasar terlebih dulu dari Provinsi Papua, memang organda Kabupaten Keerom sudah mendapatkan suratb dari organda pusat hanya saja masih menunggu pihak Provinsi Papua.

“Kita pastikan akan menurunkan, sesuaikan tariff akngkutan umum dan akan merapatkan dengan pemerintah Kabupaten Keerom untuk mulai dilakukan penyesuaian,”katanya. (cendrawasipos)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.