Warga tidak puas dengan jawaban General Manager (GM) PLN NTT di DPRD

oleh -218 views

PLN-protes-150x150Kupang– Rapat dengar pendapat antara perusahaan listrik negara (PLN) dan DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 21 September 2015 berakhir ricuh. Karena masyarakat tidak puas dengan jawaban General Manager (GM) PLN Ricard Safkaur.

Masyarakat yang hadir dalam rapat itu berusaha mengejar GM PLN NTT Ricard Safkaur yang kabur meninggalkan ruang rapat melalui pintu samping. “Kami tidak puas dengan pemindahan dari lsitrik pasca bayar ke pra bayar secara sepihak oleh PLN,” kata Muri Ratukore, warga Kota Kupang.

GM PLN wilayah NTT Ricard Safkaur yang dikejar wartawan untuk dimintai tanggapannya berusaha mengelak, dan hanya menjawab singkat. “Kami hanya jalankan aturan secara nasional, dan semua sudah dibicarakan dengan DPR,” katanya.

Wakil Ketua DPRD NTT, Nelson Matara dalam rapat dengar pendapat itu telah disepakati empat rekomendasi yang harus dilaksanakan PLN dengan pelanggan. Pertama, menurut Matara, migrasi dari pasca bayar ke pra bayar adalah pilihan bagi masyarakat bukan menjadi kewajiban.

Kedua, pemblokiran yang dilakukan PLN harus dibuka kembali. Ketiga, pelanggan yang terkena blokir harus menyelesaikan kewajiban pembayaran di loket pembayaran yang dsediakan PLN. Keempat, PLN harus siapkan format persetujuan pelanggan baik yang menerima maupun menolak proses migrasi tersebut.

“Rekomendasi ini wajib dilakukan PLN terhitung mulai esok. Sebab tadi dalam rapat saya sudah ketuk palu untuk sahkan itu,” katanya.

(nttterkini.com)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.