Warga Tupabiring Utara, 4 Tahun Hidup Tanpa Listrik

oleh -381 views
Mesin genset yang menjadi tumpuan warga Tupabiring Utara untuk mendapatkan aliran listirk, sejak tahun 2010 sudah tidak dapat difungsikan dan hingga berita ini diterbitkan belum ada perbaikan | Foto: Dok. Rakyat Sulawesi
Mesin genset yang menjadi tumpuan warga Tupabiring Utara untuk mendapatkan aliran listirk, sejak tahun 2010 sudah tidak dapat difungsikan dan hingga berita ini diterbitkan belum ada perbaikan | Foto: Dok. Rakyat Sulawesi

RAKYAT SULAWESI- PANGKEP, Sejak proklamasi dikumandangkan tahun 1945. Tahun 2015 ini, Indonesia telah merayakan kemerdekaannya yang ke-70 Tahun. Pemimpin pun telah silih berganti mengisi dan meneruskan hasil perjuangan di negeri ini, dan tak sedikit dari pemimpin-pemimpin bangsa ini yang telah menyuarakan keberhasilannya dalam memimpin, baik itu dalam kancah Nasional maupun di kancah local.

Namun dibalik itu, tidak semua warga merasakan indahnya kemerdekaan, salah satunya warga yang bermukim di Pulau Sakula Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tupabiring Utara Kabupaten Pangkaje’ne Kepulauan (Pangkep) Provinsi Sulawesi Selatan. Dan mereka adalah sekumpulan warga yang kurang beruntung, pasalnya sudah empat tahun lebih mereka hidup dalam kegelapan, bila malam tiba, akibat tidak adanya aliran listrik yang mengaliri, ke rumah tempat mereka bernaung.

Sumber warga setempat menuturkan, akibat tidak adanya listrik di kampung mereka bermukim, dan bila malam tiba, aktifitas warga menjadi terbatas, selain itu informasi terkait dunia luar sangat sulit untuk mereka dapatkan, belum lagi bila ingin men-charge handphone (HP) yang lagi lowbat,  mereka harus menyeberang ke pulau tetangga.

“Akibat tidak adanya listrik di kampong ini, aktifitas warga menjadi terbatas, selain itu informasi sangat sulit untuk kami dapatkan, bahkan bila ingin men-charge Hp yang lowbat harus nitip ke warga lain bila mana ada yang hendak ke pulau tetangga atau ke kota” kesahnya kepada wartawan media ini di Pulau Sakuala, beberapa waktu lalu.

Sumber manambahkan, ironisnya, bila warga kampung, saat ingin balik ke rumah mereka pada malam hari, yang sebahagian besar warga di daerah tersebut hidup sebagai nelayan, banyak yang tersesat saat hendak ke pulau mereka karna tidak adanya tanda-tanda penerangan layaknya pulau lainnya yang ada di Pangkep.

Sementara itu sumber lain berinisial “U” yang tidak ingin namanya dimediakan menjelaskan, sekitar tahun 2005, ada bantuan dari pemerintah berupa mesin genset sebagai listrik induk untuk warga yang bermukim diu kampung ini. Dan kami sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Namun sejak tahun 2010 mesin yang menjadi tumpuan warga untuk mendapatkan aliran listrik telah rusak, dan hingga saat ini belum pernah sekalipun, pihak dari pemerintah yang datang mensurvey kelayakan mesin genset tersebut.

“Dulu pernah ada bantuan berupa mesin genset, saat kepemimpinan bupati terdahulu, sekitar tahun 2005, tapi pada tahun 2010 mesin tersebut rusak,  dan di era sekarang tidak pernah ada dari pihak pemerintah yang datang memperhatikan kondisi mesin genset yang kurang lebih sudah empat tahun menganggur” urainya dengan nada lesuh kepada wartawan yang turun langsung ke lokasi.

Lanjut sumber, warga setempat sangat berharap, siapapun yang nantinya dipercayakan warga Pangkep untuk memimpin Kabupaten Pangkep lima tahun ke depannya, untuk dapat memperhatikan kehidupan warga yang bermukim di sekitar pulau Sakuala khususnya dalam hal penerangan listrik.

“kami semua warga di kampung ini sangat berharap, agar siapapun pemimpin yang nantinya terpilih untuk mengemban amanah sebagai bupati Pangkep, untuk dapat memperhatikan kehidupan warga Pulau Sakuala, utamanya dalam hal penerangan listrik” harapnya dengan nada yang sedikit memelas.

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.