Waspada, Kelompok Kriminal Bermotor Ancam Warga, Sepekan 3 Kasus Perampokan

oleh -220 views

images(425)-1Makassar– sepekan tercatat 3 kasus perampokan setelah ruang gerak perampokan mini market dipersempit dengan tidak beriperasionalnya 24 jam.

Nah, kelompok Kriminal bermotor kini membidik warga yang pulang beraktifitas di malam hari.

Seperti yang dialami salahsatu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) dibacok lalu sepeda motornya pun dirampas 31 Desember 2014.

Kerugian mahasiswa inimencapai Rp.30 juta. Kemudian kasus perampokan yang sama dialami Sukfianti, mahasiswi UIN, Sabtu dini hari (3/1/2015) sekitar Pukul 01.30 Wita, di depan BTN Tabaria, Jalan Manuuruki, Kecamatan Tamalate

Mahasiswi UIN ini mengaku ia diikuti sekitar tiga sepeda motor. Berboncengan mengejar dan mengancam sebilah badik. Iapun saat dimintai keterangan masih dalam keadaan trauma.

“Saya habis beli makanan, kayaknya mereka memang sudah mengintai saat depan warung depan pangkalan bentor BTN Tabaria,” ucap Sulfiani.

Para perampok inipun berhasil merampas motor mahasiswi UIN tersebut dan membawa kabur hand phon miliknya.

Tak kalah pula dengan kejadian yang menimpa sepasang suami istri (pasutri), yang dirampok di jembatan Flay Over, Jalan Urip Sumiharjo.

Indriyanti dan suaminya saat pulang dari rumahsakit Awal Bros, Sabtu dini hari (3/1/2015), sekitar Pukul 04.50 Wita, dicegat kawanan kriminal pengguna motor.

Dengan ancaman sebilah samurai, motor pasutri inipun dirampas. Demikian hand phon miliknya dan dompet ikut dibawa kabur para pelaku. Kasus tersebut membuktikan jika di Tahun 2015 aksi perampolkan kelompok bermotor di kota ini, memang tiada henti.

Walau pembatasan operasional mini market agar mengantisipasi perampokan, namun para kelompok kriminal bermotor kini membidik warga yang masih ada di jalan pada malam hari.

Kondisi inipun dinilai sejumlah kalangan, agart pihak kepolisian, tidak lengah dan harus semakin proaktif mengintai dan menangkapi para pelaku perampokan yang setiap saat mengancam warga.

Sampai kapan pelaku perampokan ini menggeliat? Ataukah harus menjadi tontonan maupun cibirtan masyarakat? Mungkin jawabannya singkat, yakni tergantung aparat kepolisian melaksanakan tanggungjawab sebagai pengayom dan pelindung masyaralat. (Mul/Zulkifli)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.