Waw, Amdal Proyek Panakukang dan Muara Sungai Jeneberang Ditolak Walikota

oleh -245 views

images(118)-1Makassar– Demi mewujudkan pembangunan Makassar yang semakin bersih dan transparan, wali kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto menolak mentah-mentah Amdal dua proyek raksasa di Makassar, yakni Proyek pengembangan bangunan Mall Panakukang dan Pengerukan muara SUngai Jeneberang.

“Maaf Pak, saya tidak akan menghambat pembangunan di Makassar, saya cuma ingin bapak senang, kita semua tenang dan Masyarakat tidak susah”, ucap Danny kepada masing pihak pengembang PT. Multi Cipta Perkasa Nusantara dan PT. Marga Mas di ruang kerjanya, (20/11/2014).

Awalnya, wali kota menolak menandatangani berkas yang disodorkan kedua perusahaan tersebut dan meminta untuk presentasi terbuka terkait rencana pembangunan yang akan dilakukan.

Perusahaan yang sebelumnya telah mendapat rekomendasi ini kemudian mendatangkan konsultan Amdal masing-masing dan mempresentasikannya kepada Danny yang juga didampingi Kadis Perhubungan, Muhammad Sabry, Kadis PU, Muh. Ansar, dan Kepala BLHD Makassar, Jumain.

Saat presentasi Danny melihat bahwa apa yang disampaikan masing-masing pihak belum memenuhi beberapa kriteria sebagaimana yang telah diatur oleh undang-undang.

“Saat ke Hongkong dan ke Singapura lalu kita sudah lihat bagaimana yang semestinya. Jadi tolong Pak kalau mauki membangun tolong supaya ada juga keuntungan bisa diambil kota ini, jangan kasi susah masyarakat”, ucap Danny lagi.

Rencana pengerukan muara Sungai Jeneberang gagal memberikan data secara terperinci mengenai kedalaman dan kandungan pasir dan tanah serta dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Danny menghawatirkan jika hal tersebut tidak ditentukan bisa berdampak pada pergerakan tanah di daerah aliran sungai dan mengakibatkan longsornya pondasi-pondasi pemukiman warga sekitar.

Bahkan menurutnya jika tidak diperhitungkan dengan matang maka pondasi jembatan Barombong pun bisa amblas karenanya.

Selain itu, pengerukan yang menggunakan pipa terapung di permukaan untuk mengambil pasir tidak diperbolehkannya.

Menurut Danny aktivitas masyarakat terutama nelayan yang ada di sekitar tempat itu juaga akan terganggu.

Sementara untuk pengembangan Mall Panakukkang yang bermaksud menambah bangunan dengan Rumah Sakit, Hotel, dan Apartemen ini juga terpaksa harus meninjau ulang kontruksi bangunan yang telah di rencanakannya. Persoalan parkir yang disatukan dengan mall Panakukang dan dampak terhadap gangguan lalu lintas di jalan menjadi pertimbangan besar wali kota yang juga mantan konsultan tata ruang ini.

“saya tahu yang begini-begini, Pak. Harapan masyarakat memilih saya jadi wali kota adalah untuk menertibkan kota ini, saya tidak akan menghianati mereka”, kunci Danny.(HK/RG)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.