Wawali Makassarl Rlis Hasil Kunjungannya Ke Denmark: STATE OF GREEN TOUR WASTE & RESOURCES

oleh -304 views

images(318)-1Makassar– Pemerintah Kota Makassar bersama beberapa propinsi, kota dan pihak swasta diundang oleh pemerintah Denmark melalui State of Green, pada tanggal 16-22 Nopember 2014.

State of Green(SoG) adalah lembaga (board) di Denmark yang bergerak di bidang pengembangan renewable energy, climate adaptations dan environment.

Undangan ini untuk memberikan pengetahuan kepada delegasi State of Green yang bermotto Join the Future, Think Denmark.Delegasi yang diundang dari pemerintah, adalah Pemkot Makassar, Pemprof DKI, Jabar dan Jateng serta Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cilacap,

Sedangkan dari industri diundang Nusantara Infrastructure dan Jakarta Propertindo.  Semua biaya dalam Tour The Green ini di biayai oleh pemerintah Denmark melalui SoG.

Minggu, 16 Nopember, tiba di Kopenhagen yang berpenduduk 731.187 orang (2014) dan menginap di hotel Ascot di kawasan Studiesraede 61. Sebuah kawasan tua dekat Hall of City yang masih sangat menjaga Heritage dan peninggalan budaya di daerah Skandanavia.

Hari pertama diisi dengan berjalan kaki berkeliling sekitar kawasan hall of city kopenhagen yang juga terkenal dengan pedesterian yang sangat memanjakan pejalan kaki, dan pesepeda.

Sepeda menjadi moda transportasi umum ke kantor. Dalam suasana yang sangat dingin, 7 0C, mr Ian Rowland dari state of green. Dilanjutkan dengan small discussion tentang apa yang menjadi tujuan undangan delegasi.Senin, 17 Nopember 2014.

Mengunjungi kantor State of Green. Diterima oleh Dan Howis Lauritzen, Commmunication Manager for State of Green.Dilanjutkan oleh Nana Winkler dari Danish Waste associations.

Dilanjutkan dengan pertemuan yang dipimpin oleh Soren Feil, head of section at Danish Ministry of Environment – environtment Protection Agency, Denmark.

Ke3 materi diberikan kepada delegasi dalam bentuk presentase dan diskusi lepas dan interaktif sampai malam, diselingi makan siang dan diakhiri makan malam. Kantor State of Green dinamakan House Of Green. State of Greenbertujuan untuk membuat Denmark menjadi kota terdepan di dunia yang berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan energi Fossil sampai tahun 2050, dan mengganti dengan energi yang terbarukan (renewable energy) berupa waste for energy, wind power, solar cell, geothermal energy dan energi alternatif lainnya.

State of Green adalah konsep kerjasama PPP, public private partnership antara pemerintah Denmark dan enterprises (swasta dan masyarakat).

State of Green berkonsentrasi pada perancangan konsep lanscape of energy, water, climate, resources and the environment. SoG memiliki green technology dan mendesain produk yang sangat ramah lingkungan dengan mengusung komitmen melindungi kehidupan manusia dengan mengatur kehidupan manusia yang ramah terhadap lingkungan dan sosial.

Komitmen utamanya adalah menjamin kehidupan manusia ke depan akan lebih baik. Konsep ini mirip dengan pameo alam adalah titipan masa depan, bukan warisan dari pendahulu. Selasa, 18 Nopember 2014.

Jam 08.00-12.00 meeting bersama the city og copenhagen. Lasse Skou Andersen, Head Of Waste Management bersama beberapa staf mempresentasekan konsep penanganan sampah di Kopenhagen dan menceritakan bagaimana konsep pengelolaan sampah, water treatment dan komitmen pemerintah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat dengan melibatkan para pengusaha, lembaga masyarakat dan investasi.

The city of copenhagen saat ini telah berhasil mengelola sampahnya sampai pada hasil bahwa sampah yang sampai ke Tempat pembuangan akhir (TPA) hanya 2% dari sekitar 680 ton produksi sampah per hari di kopenhagen.

TPA nya pun dalam bentuk Landfilled dan tertutup, jadi bebas polusi bau. Sangat ramah lingkungan dan menghasilkan biogas, dan komposter, sesuai dengan komitmen waste for energy.Dari total produksi sampah, 58% diselesaikan dengan konsep 3R, reUse, reDuce dan reCycle. 40% lainnya melalui proses di incenerator dan sisanya dibawa ke landfilled untuk dikelolah dengan cara ramah lingkungan, eco-friendl landfilled untuk dikelolah dengan cara ramah lingkungan, eco-friendly treatment.

Komitmen pemerintah dan dunia usaha sangat kuat, sampai pada kewajiban dunia usaha untuk menggunakan kemasan recycle. Contohnya, 1 botol air mineral seharga 4 KD (krona denmark). Harga mineral waternya 2.7 KD dan kemasannya dihargai 1.3 KD. Sehingga pada saat berbelanja dan membawa kemasan kosong, maka konsumen tinggal membayar 2.7 KD. Ini sudah berlaku di beberapa supermarket di kota Kopenhagen.

Langkah serupa juga telah dilakukan oleh beberapa produsen elektronik, furniture dan beberapa produk lainnya.

Pemerintah memberikan insentif khusus kepada produsen yang bekerjasama dan memberikan punisment berupa collections fee yang tinggi terhadap produksi sampah dari perusahaan yang belum mengadopsi sistem green of waste.13.00 – 17.00 visit Sintes EngineeringSintes Engineering adalah perusahaan swasta yang melayani manajemen pengolahan sampah.

Dengan kapasitas olah sampai 600 ton per hari (dapat di up grade sampai 800 t0n).

Sintes Engineering telah menghasilkan listrik dari hasil pengolahan sampahnya sampai 10 MW per hari dengan beberapa produk sampingan berupa, pyrolysis plant, produced oil dari ban bekas, nol gas buangan emisi, reclaims baja besi, recycle carbon dan tentu saja zero waste.Sintes Engineering terletak di Denova resorces centre dalam kawasan Fredericberg Municiple.

Kawasan ini dapat dicapai dari kopenhagen dengan darat melalui tol fredericksun dan tol farum. Kawasan ini dikelilingi oleh lahan pertanian tanaman organik, terutama holtikultura dengan sumber utama komposter dari Sintes Engineering. Menariknya, tanpa menyebutkan nilai investasinya, Sintes Engineering dapat RoI dalam jangka waktu hanya 5 tahun, sejak berdiri pada tahun 1996. Sehingga operasional Sintes Engineering saat ini lebih banyak pada komimen CSR dan mengedukasi masyarakat dan dunia usaha untuk lebih ramah terhadap lingkungan dan memperhatikan pemnakaian renewable energy.

Sintes Engineering fokus pada penggunaan green technology. Delegasi lagsung ditemani oleh Lars Boyson CEO Sintes Engineering bersama Aage Bjerrum Anderseen GM dan jacob Schytte, project manager Sintes Engineering. (+4561736948)18.00-20.00 mengunjungi kawasan Amager Resorces centre (ARC), yang memegang peranan penting dalam mempersiapkan Denmark menuju Waste to Energy (WTE) project.

Amager Resorces centre (ARC), melayani dan menyediakan incenerator bagi perusahaan, residensial, dan sampah apartemen pada 5 capital municipalities, yaitu Dragor, Frederiksberg, Hvidovre, Copenhagen dan Tarnby serta menyediakan suply enegergi dari incenerator dan pengolahan sampah.

Amager Resorces centre (ARC) sanggup mengkonversi sampai 420 ton per hari menjadi tenaga listrik (electricity) dan pemanas (heating) bagi paling tidak 100.000 rumah dan kantor di kelima municipal yang dilayani.

Termasuk ekspor ke beberapa negara yang telah bekerja sama dengan Amager Resorces centre (ARC). Saat ini ARC telah bekerjasama dengan 40 negara di Dunia, termasuk di Malaysia, Thailand dan Filipina di asia tenggara. Dengan brand komersil Ramboll, ARC melayani desain dan seleksi teknologi green, desain fasilitas green technologi, mempersiapkan pabrik dan tecnical support serta supervisi design bahkan sampai pada proyek pembiayaan bagi negara yang ingin mengimplementasikan konsen green technology dan waste to energy.

Pada kesempatan ini delegasi diajak berkeliling pabrik seluas 15 Ha, dengan kknsep penataan kawasan yang sangat hijau.

Kawasan pabrik ini berbentuk bulat lonjong 5 lantai dengan ditengah-tengah kawasan adalah pusat pengolahan sampah dan incenerator.

Dari luar, pabrik ini nampak seperti gedung perkantoran lainnya dengan design yang sangat futuristik dikelilingi oleh taman-taman indah, patung dan ornamen futuristik serta danau buatan yang terhubung dengan kanal kota Amager Resorces ceAmager Resorces centre (ARC) sanggup mengkonversi sampai 420 ton per hari menjadi tenaga listrik (electricity) dan pemanas (heating) bagi paling tidak 100.000 rumah dan kantor di kelima municipal yang dilayani.

Termasuk ekspor ke beberapa negara yang telah bekerja sama dengan Amager Resorces centre (ARC). Saat ini ARC telah bekerjasama dengan 40 negara di Dunia, termasuk di Malaysia, Thailand dan Filipina di asia tenggara. Dengan brand komersil Ramboll, ARC melayani desain dan seleksi teknologi green, desain fasilitas green technologi, mempersiapkan pabrik dan tecnical support serta supervisi design bahkan sampai pada proyek pembiayaan bagi negara yang ingin mengimplementasikan konsen green technology dan waste to energy.Pada kesempatan ini delegasi diajak berkeliling pabrik seluas 15 Ha, dengan kknsep penataan kawasan yang sangat hijau. Kawasan pabrik ini berbentuk bulat lonjong 5 lantai dengan ditengah-tengah kawasan adalah pusat pengolahan sampah dan incenerator.

Dari luar, pabrik ini nampak seperti gedung perkantoran lainnya dengan design yang sangat futuristik dikelilingi oleh taman-taman indah, patung dan ornamen futuristik serta danau buatan yang terhubung dengan kanal kota. Amager Resorces centre (ARC), memberikan jaminan limbah yang dibuang melalui danau ke kanal sebagai limbah tanpa residu dan sangat aman bagi masyarakat dan alam.Amager Resorces centre (ARC), terletak di Kraftvaersvej 31, 2300 kobenhavn S. Contact Nils Jensen +4532689300.18.00-21.30. Kedubes RI

Perjalanan dilanjutkan menuju Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia dan disambut oleh Duta Besar Indonesai untuk Denmark dan Lithuania Prof DR Bomer Pasaribu yang menyiapkan Dinner dan business meeting bersama Danish Ministry of Climate, Energy and Building (rasmus Abildgard Kristensen) serta beberapa pengusaha lokal dan staf kedubes.

Pada Business Meeting ini, deng ical, mempresentasikan apa yang menjadi program pemerintah kota Makassar, termasuk Makassar Tidak Rantasa, Sampah tukar Beras beberapa peluang usaha  dalam bidang energy. Deng ical juga menyampaikan ajakan dan undangan untuk mengunjungi Makassar terutama karena pemerintah kota telah merencanakan untuk membuat kawasan energi terpada di Lakkang, pemanfaatan sungai Tallo dan jeneberang untuk pembangkit listrik tenaga mini hidro, serta potensi solar cell dan wind power.

Bomer Pasaribu mendukung upaya anggota delegasi terutama Makassar dengan menceritakan bahwa Wapres Jusuf Kalla berasal dari Makassar dan beliau sangat mengenal karakter JK. Apalagi sekarang JK telah menjadi Wapres RI, maka dia pastikan pmerintah RI akan sangat wellcome terhadap para pengusaha yang ingin bekerjasama dengan kota Makassar, baik dari konteks B to B, G to G, maupun B to G dan siap untuk memfasilitasi rencana kerjasama dalam bentuk apapun yang disepakati (sak)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.